Oktober 3, 2022

Ledakan petasan menyebabkan seorang warga Desa Polorejo, Babadan, Ponorogo mengalami luka luka. Muhammad Taufiq (28) menjadi korban ledakan mercon yang ia racik sendiri di rumahnya, Sabtu (30/4/2022) malam. Karena ledakan tersebut, Taufiq (28) harus mendapatkan perawatan di RSUD Dr Harjono Ponorogo lantaran mengalami luka luka di tangan dan kakinya.

Menurut Bhabinkamtibmas Desa Polorejo, Bripka Luthfi, korban merupakan sosok yang suka bereksperimen dengan bahan kimia. "Salah satunya yang berhubungan dengan pekerjaannya sebagai petani. Di pertanian dia juga eksperimen, pupuk dia buat sendiri," kata Luthfi, Minggu (1/5/2022). Taufiq juga dikenal sebagai sosok yang pendiam.

Dari situ tetangga tidak ada yang tahu kalau diam diam Taufiq ini sedang meracik bahan petasan. "Tetangganya ini masih saudara dan juga perangkat desa, tapi tidak tahu kalau korban sedang membuat petasan. Makanya warga sekitar juga tidak percaya kalau korban membuat petasan," lanjutnya. Hingga kini pihak kepolisian masih menyelidiki dari mana korban mendapatkan bubuk mercon tersebut.

"Semalam belum sempat menanyakan karena kondisi korban luka serius di tangan dan kaki, walaupun kondisinya sadar," terang Luthfi. Saat insiden tersebut terjadi, Taufiq sedang sendirian di dalam rumah. Anggota keluarganya yang lain saat itu sedang berkegiatan di mushola.

"Saat ini rumah dikosongkan, dan tiga anggota diungsikan di rumah keluarganya yang lain," pungkasnya. Sebelumnya diberitakan, Insiden ledakan mercon hingga menimbulkan korban kembali terjadi di Ponorogo. Kali ini petasan meledak di rumah Muhammad Taufiq (28) di Desa Polorejo, Babadan, Ponorogo, Sabtu (30/4/2022) malam.

Kapolsek Babadan AKP Yudi Kristiawan mengatakan insiden tersebut terjadi pukul 22.00 WIB. "Meledak di dalam rumah yang menyebabkan satu orang mengalami luka luka," kata Yudi, Minggu (1/5/2022). Korban yaitu Muhammad Taufiq mengalami luka berdarah darah di kedua tangan, wajah, dan kedua kakinya.

Selain luka bakar, luka luka tersebut juga terjadi akibat pecahan keramik yang masuk ke dalam kaki setelah terkena ledakan. Tampak juga di TKP darah berceceran di lantai dan tembok rumah Muhammad Taufiq. "Setelah terjadi ledakan tersebut warga datang ke TKP (tempat kejadian perkara) lalu melihat korban sudah tak berdaya dengan banyak luka sehingga langsung dibawa ke RSUD Dr Harjono Ponorogo," lanjutnya.

Korban sebenarnya tinggal bersama orang tuanya, beruntung saat kejadian orangtua korban sedang di Masjid. Dari keterangan para saksi, Muhammad Taufiq memang sudah beberapa hari membuat atau meracik petasan seorang diri. "Sebelumnya sudah diingatkan oleh keluarga namun korban membuat/meracik petasan tersebut secara sembunyi sembunyi," terang Yudi.

Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi mengamankan sejumlah barang bukti yaitu satu bungkus obat mercon atau bubuk petasan, lalu satu timbangan digital, dan puluhan petasan yang sudah jadi dengan berbagai ukuran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.