Oktober 3, 2022

Presiden Joe Biden menyampaikan pidato Selasa (24/5/2022) waktu Washington, menyusul penembakan mematikan di sekolah yang terjadi di Uvalde, Texas. Presiden Joe Biden menyerukan perubahan seputar undang undang kepemilikan senjata di negara itu. UU senjata ini jadi perdebatan sejak lama, dan tak pernah mencapai kesepakatan. “Sebagai bangsa, kita harus bertanya kapan atas nama Tuhan kita akan berdiri di pembicaraan (terkait) senjata?” kata Biden dikutip , saluran dan , Rabu (25/5/2022) WIB.

"Kapan dalam nama Tuhan kita melakukan apa yang kita semua tahu dalam hati kita perlu dilakukan?" lanjut Biden. Presiden mencatat dalam 10 tahun sejak penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook yang menewaskan 26 orang, termasuk 20 siswa kelas satu, telah terjadi lebih dari 900 aksi penembakan di sekolah. "Saya sakit dan lelah," kata Biden. "Dan jangan bilang kita tidak bisa berdampak pada pembantaian ini," lanjut penguasa Gedung Putih ini.

Pernyataan Biden datang tak lama setelah dia kembali dari perjalanan ke Asia. Dia menjelaskan saat dalam penerbangan kembali, dia bertanya tanya, “Penembakan massal semacam ini jarang terjadi di tempat lain di dunia. Mengapa?" tanyanya retoris. "Sudah waktunya untuk mengubah rasa sakit ini menjadi tindakan," lanjutnya. “Sudah waktunya untuk bertindak,” tegasnya.

Sebelum berangkat tur Asia awal bulan ini, Biden mengunjungi Buffalo, New York, untuk bertemu mereka yang terkena dampak penembakan massal di sebuah toko kelontong yang menewaskan 10 orang. Gedung Putih telah mengeluarkan pernyataan yang memerintahkan semua bendera dikibarkan setengah tiang untuk para korban penembakan Uvdale. Bendera di Gedung Putih, gedung gedung publik, instalasi militer, dan kedutaan besar dan kantor konsuler dikibarkan setengah tiang hingga Sabtu.

Lainnya juga terluka. "Hati saya hancur hari ini," kata Inspektur Hal Harrell dari Kepolisian Uvdale menahan air mata saat konferensi pers di Uvdale Selasa (24/5/2022) malam. “Kami adalah komunitas kecil dan kami membutuhkan doa Anda untuk melewati ini,” lanjutnya. Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan penembaknya sudah mati dan diyakini dibunuh petugas. Penembak bertindak sendiri, kata Pete Arredondo, Kepala Polisi Distrik Sekolah Independen Uvalde.

"Apa yang terjadi di Uvalde adalah tragedi mengerikan yang tidak dapat ditoleransi di negara bagian Texas," kata Greg Abbott. Dua rumah sakit di daerah itu merawat mereka yang terluka dalam penembakan itu. Dua pasien tiba di rumah sakit meninggal. Sejak saat itu, dua anak telah dipindahkan ke San Antonio untuk perawatan, sementara satu anak sedang dalam proses transfer.

University Health di San Antonio mengatakan sedang memberikan perawatan untuk dua pasien yang terkait dengan penembakan itu. Wanita berusia 66 tahun dan gadis 10 tahun dalam kondisi kritis. Abbott mengidentifikasi penembak sebagai Salvador Ramos, seorang warga Uvalde berusia 18 tahun. Kata gubernur, pria itu meninggalkan kendaraannya dan memasuki Robb Elementary dengan pistol dan mungkin senapan serbu. Penembakan dimulai sekitar pukul 11.32.

Abbott juga mengatakan Ramos dilaporkan menembak neneknya sebelum pergi ke sekolah. Tidak ada rincian lain yang segera tersedia pada penembakan itu. Uvalde berjarak sekitar 85 mil sebelah barat San Antonio. Presiden Joe Biden telah diberitahu tentang penembakan itu dan telah berbicara dengan Abbott. Robb Elementary memiliki siswa kelas dua, tiga dan empat. Sekolah tersebut memiliki 535 siswa pada tahun ajaran 2020 2021.

Kebanyakan dari mereka keturunan Hispanik dan dianggap kurang mampu secara ekonomi. Uvalde sendiri adalah kota yang didominasi orang Hispanik. Siswa diangkut ke pusat kota, dan orang tua telah diizinkan untuk menjemput anak anak mereka. Sebelumnya Selasa, Distrik Sekolah Independen Konsolidasi Uvalde telah mengisolasi semua kampusnya begitu terjadi aksi penembakan.

Menyusul kejadian ini, sudah 8 kali aksi penembakan massal di Texas sejak 2009. Sekurangnya empat korban tewas. Ini adalah salah satu penembakan sekolah paling mematikan di negara bagian. Kantor berita Associated Press melaporkan itu paling mematikan di sekolah umum sejak penembakan di Sandy Hook Elementary 2012 di Newtown, Connecticut. Delapan belas orang tewas dalam penembakan di kampus Universitas Texas pada 1966.

Sepuluh orang tewas dan 13 lainnya terluka di tenggara Houston dalam penembakan Sekolah Menengah Santa Fe 2018. Greg Abbott, bersama mantan Presiden Donald Trump dan Senator Ted Cruz, dijadwalkan berbicara pada Jumat pekan ini di pertemuan tahunan Asosiasi Senapan Nasional 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.