Oktober 3, 2022

Video yang memperlihatkan jenazah seorang pria diangkut memakai ojek motor, viral di media sosial. Dalam rekaman tampak jenazah warga berkaus putih itu terbujur kaku di atas bed dalam ruangan medis. Sejumlah orang kemudian mengangkat jenazah untuk di bawa ke rumah duka.

Bukannya diangkut dengan mobil ambulans, jenazah dinaikkan ke sebuah motor matic yang sudah terparkir. Jenazah didudukan lalu ditutupi bagian kepalanya menggunakan kain. Supaya tidak terjatuh, ada seorang lagi berada di bagian belakang untuk memegang jenazah.

"Mayat dibawa pulang dari rumah sakit Bulagi karena kendaraan mobil jenazah tidak ada," kata si perekam video. Video berdurasi sekitar 1 menit itu kemudian menjadi bahan perbincangan warganet. Belakangan diketahui, lokasi pengambilan video berada di Puskesmas Bulagi, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada Minggu (24/4/2022) sore.

Sementara jenazah pria tersebut bernama Udin, warga Desa Oluno, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Kepala Puskesmas Bulagi, Heliawati Marlapan menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita. Saat itu, pasien dibawa ke UGD Puskesmas Bulagi sudah dalam keadaan gawat.

Pasien langsung mendapatkan pelayanan sesuai dengan SOP yang diberlakukan. "Namun, nyawa pasien tak dapat ditolong," ujarnya, dikutip dari , Selasa (26/4/2022). Ia menyatakan, jenazah terpaksa dibawa pulang pakai sepeda motor lantaran mobil jenazah Puskesmas Bulagi dalam kondisi rusak.

Heliawati juga telah berupaya menghubungi Pemerintah Kecamatan Bulagi, namun mobil jenazah miliki pemerintah setempat juga rusak. Pegawainya juga telah menghubungi pemerintah Desa Sabang namun terkendala jaringan telepon. "Kami kemudian menghubungi Sinode yang memiliki mobil ambulans, namun tak diizinkan menggunakan karena mobil tersebut bukan diperuntukkan mengantar jenazah," ucap Heliawati.

Puskesmas Bulagi pun menyampaikan kendala itu dan keluarga pasien memutuskan membawa pulang mayat dengan menggunakan sepeda motor. "Kami sudah sampaikan kepada keluarga pasien bahwa tidak ada mobil jenazah yang tersedia." "Keluarga pasien ngotot membawa pulang jenazah dengan menggunakan sepeda motor. Kami tidak bisa berbuat banyak karena keluarga pasien memaksa membawa pulang jenazah," ucap Heliawati.

Bupati Kabupaten Banggai, H. Rais D. Adam mengaku sudah mengetahui video jenazah diangkut memakai ojek motor. Oleh karena itu, secara pribadi Rais meminta maaf kepada pihak keluarga almarhum. "Saya sebagai Bupati tentu merasa prihatin dan mohon maaf atas kejadian ini," katanya dikutip dari kanal .

Rais selanjutkan akan memastikan kepada pihak Puskesmas Bulagi. Utamanya melihat apakah ada pelanggaran Prosedur Operasi Standar (SOP). Jika nanti ada indikasi tersebut, Rais akan tegas memberikan sanksi.

"Selanjutnya dari pihak Puskesmas, saya nanti akan melihat sejauh mana terjadi pelanggaran prosedur. Sesungguhnya kejadian ini tidak boleh terjadi," tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.