Oktober 3, 2022

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan ekspansif dalam kredit sindikasi pada tahun depan. Hal tersebut untuk mendorong pertumbuhan kredit di tahun 2022 agar sejalan dengan target industri perbankan. Langkah tersebut diambli sebagai salah satu strategi pencapaian target di masa pemulihan ekonomi yang lebih baik pada tahun depan.

Corporate Secretary BNI Mucharom menuturkan bahwa penyaluran kredit sindikasi tak sebatas pembiayaan. BNI kerap menjadi lead arranger sehingga mendorong kenaikan fee based income (FBI) yang signifikan yang diperkirakan mencapai 112% dari target pada kuartal IV 2021. Selain itu, BNI juga proaktif melanjutkannya dengan berbagai kerja sama tambahan seperti cash management dan pembiayaan konsumer dengan mitra debitur kredit sindikasi.

“Kami pun melihat potensi bisnis pembiayaan di sektor sektor yang menunjukkan pemulihan secara cepat pasca pandemi Covid 19 antara lain kesehatan, telekomunikasi, konstruksi, infrastruktur, energi dan manufaktur,” kata Mucharom dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Jumat (31/12/2021). Menurutnya, pemulihan ekonomi secara bertahap telah mendorong korporasi untuk merealisasikan proyek proyek besar pada akhir tahun 2021. Hal ini pun menjadi peluang untuk perbankan meningkatkan pembiayaan sindikasi. Bank BNI terus mendorong pembiayaan sindikasi di tengah pandemi Covid 19 seiring dengan kecukupan modal, likuiditas serta besarnya potensi pembiayaan korporasi. berkualitas tinggi.

Terlebih, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada di kisaran 3,7% 4,5% sehingga menjadi optimisme bagi pelaku ekonomi. "Kami berharap, bisa memberikan dampak terhadap kinerja industri perbankan. Dimana, Pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan masih relatif tinggi di tengah pandemi, dan dari sisi kredit sudah mulai alami pertumbuhan positif sejak pertengahan 2021," katanya. Selain itu, Mucharom bilang, pertumbuhan kredit sindikasi juga dapat terangkat seiring optimisme perbaikan kinerja para pelaku usaha di sektor swasta.

“Kami cukup yakin dengan bekal kapasitas dan kecakapan Perseroan dalam menciptakan peluang peluang baru kerja sama kredit sindikasi ke depan," terangnya. Hal ini juga sejalan dengan strategi bisnis BNI yang fokus pada penyaluran kredit debitur korporasi Top Tier. Proyek hijau atau green loan juga memiliki kebutuhan pembiayaan dalam jumlah besar sekaligus mendorong kinerja kredit sindikasi BNI. Hingga kuartal III 2021, pembiayaan sindikasi BNI masih berjalan sesuai dengan pipeline. BNI telah menyelesaikan beberapa kesepakatan sindikasi strategis termasuk pembiayaan proyek Tol Cijago (Tol Cinere – Jagorawi).

Sejauh ini, BNI telah melakukan closing sejumlah new deals dengan total sekitar ekuivalen Rp 57 triliun, di mana porsi BNI sendiri mencapai Rp 20 triliun atau sekitar 35% yang didominasi oleh sektor konstruksi sebesar 38,5%, sektor perindustrian 22,1%, sektor listrik gas dan air 15,8% dan sektor pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 13,2%. (Ferrika Sari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.